Jumat, 22 Mei 2015

Kekuasaan dan Politik (Kecakapan Antar Personal)



Kekuasaan adalah kemampuan memanipulasi atau mengubah orang lain. Kekuasaan tidak memiliki legitimasi.
Otoritas adalah kemampuan memanipulasi atau mengubah orang lain. Otoritas memiliki legitimasi.
Kekuasaan terbagi menjadi 2, diantaranya adalah kekuasaan formal/kekuasaan power  dan kekuasaan pribadi.
Secara detail kekuasaan formal/kekuasaan power mencakup:
-Kekuasaan Koersif
-Kekuasaan Imbalan
-Kekuasaan Legitimasi
Secara detail kekuasaan pribadi mencakup:
-Kekuasaan Keahlian
-Kekuasaan Rujukan



DASAR DASAR KEKUASAAN



Kekuasaan Paksaan
Kekuasaan Imbalan
Kekuasaan Sah
Kekuasaan Pakar
Kekuasaan Rujukan

TAKTIK TAKTIK KEKUASAAN
Nalar
Keramahan
Koalisi
Tawar Menawar
Ketegasan
Otoritas Lebih Tinggi
Sanksi

Perilaku Politik adalah Kegiatan yang tidak diminta sebagai bagian dari peran formal seseorang dalam organisasi tetapi yang mempengaruhi atau mencoba mempengaruhi distribusi keuntungan & kerugian di dalam organisasi.
Faktor Individu pendorong Perilaku Positif.
Pemantauan diri yang tinggi
Memiliki kendali internal
Memiliki kebutuhan yang tinggi akan  kekuasaan
Investasi organisasional
Alternatif pekerjaan yang dipahami
Harapan sukses


9 TAKTIK KEKUASAAN (Robbins and Judge(2008, 2:139)
  1. Legitimasi, mengandalkan posisi kewenangan seseorang atau menekankan bahwa sebuah permintaan selaras dengan kebijakan /ketentuan organisasi
  2. Penalaran atau persuasi rasional,  menyajikan  fakta dan argumen yang logis untuk memperlihatkan bahwa sebuah permintaan itu masuk akal.
  3. Seruan inspirasional mengembangkan komitmen emosional dengan cara menyerukan nilai-nilai, kebutuhan, harapan, dan aspirasi sebuah sasaran.
  4. Konsultasi, meningkatkan motivasi dan dukungan dari pihak yang menjadi sasaran (target) dengan cara melibatkan dalam memutuskan bagaimana rencana atau perubahan akan dijalankan.
5.   Tukar pendapat, memberikan imbalan kepada target atau sasaran berupa uang atau penghargaan lain sebagai ganti karena mau menaati suatu permintaan.
       6.   Seruan pribadi, meminta kepatuhan berdasarkan persahabatan atau kesetiaan
       7.   Menyenangkan orang lain, menggunakan rayuan, pujian atau perilaku bersahabat sebelum   membuat permintaan.
       8.   Tekanan, menggunakan peringatan tuntutan tegas, dan ancaman
        9.   Koalisi, meminta bantuan orang lain untuk membujuk target  atau menggunakan dukungan orang lain sebagai alasan agar si target setuju. 

POLITIK
Politik adalah kekuasaan dalam tindakan. Jadi politik adalah sebuah kenyataan dalam organisasi.
Beberapa contoh perilaku politik.
-Menahan informasi utama dari pengambil keputusan.
-Penyebaran desas desus
-Mencari-cari kesalahan
-Pembocoran informasi rahasia mengenai kegiatan informasi ke media masa
-Mengeluh kepada penyelia, membagun koalisi, melaksanan aturan secara berlebihan
-Perilaku politik tidak sah yg melanggar aturan yang tersirat dari aturan permainan.
-Menentang kebijakan  organisasi

Hubungan Politik  Organisasi  dan hasil individu
  1. Persepsi thd politik organisasi berhubungan secara negatif dengan kepuasan kerja.
  2. Persepsi terhadap politik  cenderung meningkatkan kecemasan dan stres kerja.
  3. Intensitas politik menyebabkan meningkatnya tingkat perputaran karyawan.
  4. Poltik menyebabkan penurunan kinerja, karena karyawan mempersepsi suasana politik tidak adil yang membuat motivasi kerja menurun.
  5. Ketika poltik dipandang sebagai ancaman, orang sering meresponnya dengan perilaku defensif-perilaku reaktif dan protektif untuk menghindari; aksi, disalahkan atau perubahan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar