Kekuasaan adalah
kemampuan memanipulasi atau mengubah orang lain. Kekuasaan tidak memiliki
legitimasi.
Otoritas adalah kemampuan
memanipulasi atau mengubah orang lain. Otoritas memiliki legitimasi.
Kekuasaan terbagi menjadi
2, diantaranya adalah kekuasaan formal/kekuasaan power dan kekuasaan pribadi.
Secara detail kekuasaan
formal/kekuasaan power mencakup:
-Kekuasaan Koersif
-Kekuasaan Imbalan
-Kekuasaan Legitimasi
Secara detail kekuasaan
pribadi mencakup:
-Kekuasaan Keahlian
-Kekuasaan Rujukan
DASAR DASAR KEKUASAAN
Kekuasaan Paksaan
Kekuasaan Imbalan
Kekuasaan Sah
Kekuasaan Pakar
Kekuasaan Rujukan
TAKTIK TAKTIK KEKUASAAN
Nalar
Keramahan
Koalisi
Tawar Menawar
Ketegasan
Otoritas Lebih Tinggi
Sanksi
Perilaku Politik adalah Kegiatan yang tidak diminta sebagai bagian dari peran formal seseorang
dalam organisasi tetapi yang mempengaruhi atau mencoba mempengaruhi distribusi
keuntungan & kerugian di dalam organisasi.
Faktor Individu pendorong
Perilaku Positif.
Pemantauan diri yang tinggi
Memiliki kendali internal
Memiliki kebutuhan yang tinggi akan kekuasaan
Investasi organisasional
Alternatif pekerjaan yang dipahami
Harapan sukses
9 TAKTIK KEKUASAAN (Robbins and Judge(2008, 2:139)
- Legitimasi, mengandalkan posisi kewenangan seseorang atau menekankan bahwa sebuah permintaan selaras dengan kebijakan /ketentuan organisasi
- Penalaran atau persuasi rasional, menyajikan fakta dan argumen yang logis untuk memperlihatkan bahwa sebuah permintaan itu masuk akal.
- Seruan inspirasional mengembangkan komitmen emosional dengan cara menyerukan nilai-nilai, kebutuhan, harapan, dan aspirasi sebuah sasaran.
- Konsultasi, meningkatkan motivasi dan dukungan dari pihak yang menjadi sasaran (target) dengan cara melibatkan dalam memutuskan bagaimana rencana atau perubahan akan dijalankan.
5.
Tukar pendapat, memberikan imbalan kepada target atau sasaran
berupa uang atau penghargaan lain sebagai ganti karena mau menaati suatu
permintaan.
6. Seruan pribadi, meminta
kepatuhan berdasarkan persahabatan atau kesetiaan
7.
Menyenangkan orang lain, menggunakan rayuan, pujian atau perilaku
bersahabat sebelum membuat permintaan.
8. Tekanan, menggunakan
peringatan tuntutan tegas, dan ancaman
9.
Koalisi, meminta bantuan orang lain untuk membujuk target atau menggunakan dukungan orang lain sebagai
alasan agar si target setuju.
POLITIK
Politik adalah kekuasaan dalam tindakan. Jadi
politik adalah sebuah kenyataan dalam organisasi.
Beberapa contoh perilaku politik.
-Menahan informasi utama dari pengambil
keputusan.
-Penyebaran desas desus
-Mencari-cari kesalahan
-Pembocoran informasi rahasia mengenai kegiatan
informasi ke media masa
-Mengeluh kepada penyelia, membagun koalisi,
melaksanan aturan secara berlebihan
-Perilaku politik tidak sah yg melanggar aturan
yang tersirat dari aturan permainan.
-Menentang kebijakan organisasi
Hubungan Politik Organisasi
dan hasil individu
- Persepsi thd politik organisasi berhubungan secara negatif dengan kepuasan kerja.
- Persepsi terhadap politik cenderung meningkatkan kecemasan dan stres kerja.
- Intensitas politik menyebabkan meningkatnya tingkat perputaran karyawan.
- Poltik menyebabkan penurunan kinerja, karena karyawan mempersepsi suasana politik tidak adil yang membuat motivasi kerja menurun.
- Ketika poltik dipandang sebagai ancaman, orang sering meresponnya dengan perilaku defensif-perilaku reaktif dan protektif untuk menghindari; aksi, disalahkan atau perubahan
Tidak ada komentar:
Posting Komentar